STUDI PERENCANAAN PELAYANAN KESEHATAN KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN MOJOKERTO
DOI:
https://doi.org/10.32781/cakrawala.v4i1.114Abstract
“Program Kesehatan†tidak hanya menjadi milik, apalagi hanya ditandatangai oleh sektor kesehatan saja. Program kesehatan harus menjadi milik masyarakat, karena telah menjadi kebutuhan dasar. Program kesehatan harus dapat dilaksanakan masyarakat sendiri dengan kemandiriannya; advocasy , fasilitasi, dan technical assistant di bantu oleh multi sektoral termasuk masyarakat bisnis. Selain itu, di sektor kesehatan upaya yang dilakukan harus mampu lebih bersifat preventif dan promotif, tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Dasar pandang dalam pembangunan seperti ini dikenal dengan paradigma sehat. “Pembangunan berwawasan kesehatan merupakan hak asasi manusiaâ€. Pembangunan yang tidak mengindahkan dampak positif dan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, lingkungan, sosial, dan budaya merupakan bentuk dari pelanggaran hak asasi manusia.
References
Bappenas, Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan, 2005
Departemen Kesehatan, Status Gizi dan Imunisasi Ibu dan Anak di Indonesia, Jakarta, 1999
Departemen Kesehatan, Tuntutan Praktis Bagi Tenaga Gizi Puskesmas, Bekalku Membina Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), Jakarta, 1999
Downloads
Published
2009-12-20
How to Cite
Sutomo, I. (2009). STUDI PERENCANAAN PELAYANAN KESEHATAN KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN MOJOKERTO. Cakrawala, 4(1), 14–27. https://doi.org/10.32781/cakrawala.v4i1.114
Issue
Section
Articles

